Review film Titina : Ghibli The Wind Rises Versi Anjing Umberto Nobile

Rabu, 28 Juni 2023, 1:12 - 1 Menit, 51 Detik Membaca

Review film Titina : Ghibli The Wind Rises Versi Anjing Umberto Nobile

KUTUBUKUKARTUN-Film animasi bertemakan Biopik selalu menyorot sudut pandang tokoh utama dalam sejarah asli, film biopik menyiratkan kita tentang pahlawan sejarah dalam berdasarkan kisah nyata yang di sorotkan. Kali ini Europe On Screen 2023 Membawa film animasi fitur pertama norwegia yang berformat medium dua dimensi yang sepenuhnya di gambar dengan tangan yang di putar di IFI Auditorium Wijaya Jakarta pada 19 Juni 2023 Jam 19:00.

Film ini secara tidak seutuhnya menceritakan penuh biopik antara Umberto Nobile dan perseteruan dengan Roald Amundsen. Sebab jika seutuhnya, maka film ini bakal dikaitkan dengan biopik Jiro Hirokoshi terkenal karya Studio Ghibli The Wind Rises yang sama sama memiliki pengaruh sejarah besar dalam dunia aviasi. bagian biopik dalam film ini menjelaskan secara singkat dan padat bagaimana orang yang membuat kapal zeppline dari italia yang didukung oleh penguasa saat ini benito mussolini untuk seorang ekspedisi terkemuka norwegia, bisa menjadi berita yang sensitif karena tidak mengapresiasi dan mencantumkan orang di balik yang membawa penjelajah ini bisa menduduki dua kutub secara bersamaan pada 1910-1912.

Plot dari cerita ini jelas, menampilkan seekor anak anjing yang ditemui Umberto dalam perjalanan ke pasar yang dinamakan titina yang di ambil dari salah satu lagu jazz folk dalam nama pengalana yang dinamakan titina. Alur cerita film ini sepenuhnya menyorot sudut pandang si anjing dalam petualangan di kutub utara dan kutub selatan, dengan arahan urutan atau sequence animasi dan arsip sejarah yang diputar Umberto Nobile selama masa pensiunnya bisa memadukan cerita film ini menjadi panjang. gaya desain karakter dalam film ini menampilkan mirip seperti karakter kartun di koran.

Animasi dan tektur angin dan awan dalam penerbangan dengan balon udara, membuat menonton film animasi ini terhanyut bagaikan inspirasi dalam film ghibli termasuk fantasi dari sudut pandang si anjing dengan seekor paus di tengah kaca yang bagian bagian seperti ini tidak dijelaskan dalam sejarah atau arsip asli biopik yang di arahkan oleh Kajsa Næss sendiri. Film animasi dalam durasi yang panjang ini tidak sepenuhnya adalah 2D seperti film terakhir yang di rilis hayao miyazaki dalam masa hiatusnya. Karena untuk membuat film animasi 2D penuh seutuhnya memerlukan lebih banyak anggaran dan talenta animasi profesional yang solid, maka film ini lebih banyak selama menitnya menampilkan video footage dari arsip sejarah kisah aslinya.

Titina, masih banyak menjadi pelajaran dalam film animasi 2D fitur panjang pertama norwegia dan semoga kita bisa melihat karya negara tersebut selanjutnya.

Martini Tini

Martini Tini

Hanya orang yang masih betah sama yang dia buat dan suka

Artikel Terkait