Perang Prank! Ulasan Ejen Ali Musim 3 Episode 4 ‘Misi: Payback’

Senin, 18 Juli 2022, 2:38 - 1 Menit, 18 Detik Membaca

Perang Prank! Ulasan Ejen Ali Musim 3 Episode 4 ‘Misi: Payback’

Musim 3 Episode 4 ‘Misi: Payback’ – Kamis, 14 Juli 2022

Dato Otsman sangat ingin Kota Cyberaya damai bersama MATA, namun mengapa Dato Hisyam malah ingin melakukan hal yang bertentangan dengan keinginan Dato Otsman?

Sementara itu, markas MATA tiba-tiba berubah menjadi ajang perang kelakar jahil atau Prank Wars. Mulai dari Prank Hantu di kamar Sam dan Riska, prank Kursi Roda di Mika dan juga perang Makanan Pedas antar Tim MATA Kuning dan Tim MATA Merah. Hal ini tentu membuat Paman Bakar tidak menyukai sifat mereka yang masih kekanak-kanakkan dan meminta mereka agar lebih serius dalam menjadi anggota MATA karena tujuan mereka adalah menyelamatkan kota Cyberaya

Sementara itu, hasil dari aktivitas prank ini membuat sesama tim di Arena saling bertarung satu sama lain, sehingga menimbulkan perselisihan yang kurang sehat yang menimbulkan sifat tamak dan arogansi berlebihan, bahkan sampai kecurangan, seperti yang dilakukan Kai pada lawannya, padahal Ali sudah mengingatkan Kai untuk tidak melakukan itu. Sehingga Tim Merah, Tim Kuning, Tim Biru dan Tim Putih menjadi saling bermain dengan cara curang yang tentunya membuat paman Bakar dan Dato Hisham semakin murka karena mereka dianggap mencoreng nama baik MATA itu sendiri.

Sementara itu Dato Hisham dan Julia mengadakan pertemuan (meeting) dengan Tuan Ganz, dimana membahas tentang potensi dan ancaman bahaya berupa kekacauan (Chaos) di Siberaya yang masih besar kemungkinannya. Lalu, Tuan Ganz menanyakan, siapa yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan masalah yang belum sepenuhnya tuntas ini? Apakah Dato Hisyam dengan aset dan sumber daya yang dimilikinya, bersama International Young Agents Program atau MATA, bisa diandalkan untuk menghentikan kekacauan ini, dan apakah agen MATA bisa lebih serius dan berhenti bersifat kekanak-kanakkan dan mempermalukan MATA khususnya Paman Bakar yang sangat menganggap keponakannya Ali yang terbaik?

Artikel Terkait