Ejen Ali Musim 3B telah selesai penayangannya di Disney+ Hotstar dan Mechamato musim 2 juga baru menyelesaikan setengah musimnya di Cartoon Network Asia Indonesia. Kehadiran Ejen Ali Musim 3 di Disney+ Hotstar sangat menarik karena ceritanya lebih ‘serius’ dibanding musim-musim sebelumnya (musim 1 dan musim 2).
Yang akan menjadi pembahasan menarik adalah tentang karakter Kim atau Ejen Kim. Bercita-cita sebagai seorang musisi, ternyata ia diketahui termasuk salah satu peserta Ejen MATA yang mengalami kesulitan dalam keluarga dan hidup, alias terlahir dari keluarga broken home dan juga beberapa kali berpindah-pindah panti asuhan. Salah satu panti asuhannya memiliki lingkungan ekstrim dan menakutkan dan menyakitkan, membuat hidup Kim sengsara 180 derajat dan ia pun tidak mendapat dukungan besar dari pengasuh dan sang kakak untuk menjadi musisi. Hal ini menjadi pertanyaan apakah memang benar Kim termasuk anggota MATA yang memang mempertahankan sifat baiknya namun terpaksa menghilangkan Comot di salah satu episode?
Bahkan, hilangnya Comot, kucing piaraan Ali, menjadi pertanyaan besar-besaran bagi penonton Ejen Ali. Apa memang benar Comot hilang karena ulah Kim? Dan di episode 12 saja bahkan terungkap dan kembalinya sang Kakak, membuat Kim merasa bersalah untuk menuruti apa kata kakaknya dalam kilas balik. Ia seharusnya tidak perlu mendengarkan dan menuruti perkataan kakaknya yang egois dan terlihat memiliki ‘niat jahat’, dimana salah satu ambisinya adalah menjadi seorang penjahat. Hal ini menjadi dilema bagi Kim apakah ia harus mengikuti atau justru malah banting setir untuk menjadi agen MATA, pada kala itu. Belum lagi ketika pada Episode 13 alias episode terakhir, Kim diduga terlibat dalam salah satu dari antek Quatro, membuat kehilangan kepercayaan pada Ali, Alicia dan ejen-ejen lainnya.
Sembari ketika musim 1 dan 2 tengah tayang di RTV, sekaligus ‘movie’-nya yang akan segera tayang juga di RTV Sabtu (18/2) malam nanti, Ejen Ali Musim 3 memang sudah selesai di Disney+ Hotstar, hanya saja meski menurut saya, musim 1 dan 2 memang sebelumnya pernah hadir di MNCTV (musim 1) dan Trans7 (Musim 1 dan 2) dan juga hasil ripped off Disney+ Hotstar, Pertanyaannya, apakah RTV juga akan turut menyiarkan musim 3 yang sudah berstatus complete ini? Kita belum mengetahui secara pasti tentang itu, tapi tampaknya RTV memang akan serius untuk mengejar Ejen Ali apalagi penayangannya yang sehari bisa 3 sampai 4 episode per harinya
Membahas soal Mechamato, MNCTV juga turut melakukan hal serupa dimana di Cartoon Network sendiri masih di musim 2 sedangkan MNCTV mulai menayangkan musim 1-nya. Saat ini, Mechamato hadir di MNCTV setiap Sabtu dengan jam tayang yang kurang konsisten, awalnya sabtu pagi tapi jadi sabtu siang, dan ironisnya jam tersebut sama dengan penayangan yang di cartoon network, yaitu setiap sabtu pukul 14.00. Sementara itu, seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya oleh kubuka, film Mechamato Movie akan rilis di indonesia pada 1 maret mendatang. Hal ini seperti membuka ‘gembok’ yang belum terbuka alias ‘kotak pandora’ dimana cerita Mechamato belum sepenuhnya mengungkapkan yang bersifat ‘rahasia’ seperti pohon keluarga Amato dan Boboiboy, bagaimana Mechabot bertahan sampai 30 tahun dan lain sebagainya.
Mechamato memiliki salah satu episode yang menarik ketika Amato menceritakan bagaimana ia menemukan Mechabot, pada seekor boneka beruang bernama Tootsie, yang ternyata adalah seekor boneka penjahat yang menjebak Amato dan Mechabot dalam acara televisi anak-anak, dan membuat citra dan nama Amato dan Mechabot menjadi rusak karena Tootsie diduga menyebarkan fitnah bahwasanya Amato dan Mechabot menyakiti anak-anak dan merusak panti asuhan dan sekolah, yang padahal sudah berkali-kali diklarifikasi dan dibantah Amato namun tidak mempan. Bahkan Tootsie sendiri tidak benar-benar percaya Amato menemukan mechabot di sebuah taman ketika Amato tengah piknik, sama halnya ketika Ben menemukan Omnitrix. Namun yang menariknya, yang sebenarnya terjadi, Amato sebenarnya mencoba memperbaiki Mechabot yang rusak total di ‘gudang’ tempat ia memperbaiki Robot.
Menurut saya, dua produk yang sama-sama dari negara tetangga (Malaysia) ini memang patut diacungi jempol dari kualitas dan alur ceritanya. Ejen Ali dan Mechamato sama-sama masih meninggalkan pertanyaan mengapa keluarga Amato belum sepenuhnya terungkap seperti ibunda Boboiboy yang menjadi pertanyaan siapakah sosok perempuan yang sebenarnya dinikahkan oleh Amato, dan ada pula yang mengatakan ibunda Ejen Ali masih ada dan ada juga yang mengatakan Ejen Kim memiliki keluarga yang sempat ‘broke’ sehingga ia pindah dari panti ke panti, dan ada juga yang mengatakan Comot, mohon maaf, di’habisi’ kim padahal ini belum benar kenyataannya (menurut saya, Comot mungkin masih hidup dan ia selamat dari serangan kim dengan cara kabur atau sebagainya) atau ketika ada kisah menarik dari Paman Bakar.
#Ejen Ali #Mechamato #Wau Animation